Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Merosot Dibawah 5%

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot dibawah 5% pada tahun depan. Lembaga keuangan internasional yang bermarkas di Washington, Amerika Serikat, dalam laporan September ini, menilai perekonomian Indonesia hanya mencapai 4,9% di tahun 2020, laju paling lambat sejak 2015.

Laporan Bank Dunia pada September ini, jauh lebih rendah daripada laporan bulan Juni, dimana saat itu Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesai tumbuh 5,2% di tahun 2020.

Sedangkan pemerintahan Joko Widodo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indoensia tahun 2019 sebesar 5,1% dan tahun 2020 mencapai 5,3%.

Melansir Bloomberg, Senin (9/9/2019), prakiraan Bank Dunia sebesar 4,9% berdasarkan presentasi sumber dalam pemerintah Indonesia kepada Presiden Joko Widodo. Namun, dua orang yang mengetahui masalah ini tidak ingin disebutkan identitasnya.

Bank Dunia lantas memperingatkan Indonesia untuk membuat “evakuasi” jika risiko perekonomian dunia semakin memburuk, seiring perang dagang dan geopolitik.

Perang dagang Amerika Serikat dan China belum menunjukkan tanda-tanda mereda, ditambah perang dagang Jepang-Korea Selatan, dan India yang menyatakan ketidaksukaan dengan kebijakan perdagangan China.

Risiko geopolitik pun semakin meningkat, dengan “titik nyala dimana-mana”, mulai dari Brexit hingga protes berlarut-larut di Hong Kong, belum lagi Pemilu AS tahun depan. Bank Dunia mengatakan risiko-risiko ini berpotensi menyebabkan “guncangan ekonomi negatif”, dengan arus modal asing bisa keluar secara besar-besaran.

Perlambatan ekonomi global akan menyeret pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 4,6% pada tahun 2022. Penurunan 1 poin persentase tingkat pertumbuhan China ekuivalen dengan penurunan 0,3% untuk Indonesia.

Hal ini disebabkan, kata Bank Dunia, ketergantungan Indonesia terhadap investasi asing terutama China, dalam saham dan obligasi. Sehingga membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap arus keluar dana asing (capital outflow). Pemerintah harus memfokuskan upaya memacu investasi langsung asing daripada mengurangi defisit neraca transaksi berjalan.

Sumber: https://ekbis.sindonews.com

Ketua Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unpad Kunjungi Univeritas Siliwangi, Jajaki Kerjasama

Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Padjadjaran, Dr. Bayu Kharisma, S.E., M.E. bersama tim melaksanakan kunjungan ke Fakultas Ekonomi Univeritas Siliwangi, Tasikmalaya pada hari Kamis, 12 September 2019. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjajaki kerjasama penyelenggaraan pendidikan Program Magister antara Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Padjadjaran. Kunjungan di terima oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi, Dr. H. Dedi Kusmayadi, S.E., M.Si., Ak., C.A Pembantu Dekan I, Dr. Apip Supriadi, S.E., M.Si dan Pembantu Dekan II, Dr. Hj. Iis Surgawati, Dra., M.Si. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB, dihadiri ketua labolatorium Dwi Hastuti SE., M.Si., Dosen Universitas Siliwangi H. Ako Sukarso.,S.E.,M.E., Nanang Rusliana.,S.E.,M.Si., Risna Amalia Hamzah.,S.E.,M.E.,  dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi.

Dalam pemaparannya Dr. Bayu Kharsima, S.E., M.E. mengenalkan Program Studi Magister Ilmu Ekonomi sebagai salah satu Program Pascasarjana yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, kampus Magister Ilmu Ekonomi yang berlokasi di dekat pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, dan kurikulum yang diselenggarakan di Magister Ilmu Ekonomi FEB Unpad. Selain itu juga diberikan informasi mengenai tenaga pengajar (dosen), latar belakang dan profil lulusan, serta fasilitas/ layanan yang tersedia, seperti perpustakaan, teknologi informasi, pusat studi, dan sarana olah raga.

Di samping itu,  diinformasikan juga mengenai kerjasama yang telah dilakukan FEB Unpad dengan sekolah bisnis terkemuka, seperti University of Canterbury di Selandia Baru, Monash University di Australia, ESC Troyes Champagne Schoole of Management di Perancis, Rikkyo University di Jepang, dan beberapa Universitas di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Melalui kerjasama ini, memberikan peluang yang besar bagi mahasiswa FEB Unpad untuk melakukan berbagai aktifitas seperti pertukaran pelajar, kerjasama penelitian dan konferensi ilmiah, dan lain-lain.

Kuunaesah, Mahasiswa Asal Thailand Siap Mengikuti Ujian Tesis

Kuunaesah tercatat sebagai mahasiswa MIE FEB Unpad angkatan 2016. Ia adalah salah satu mahasiswa MIE FEB Unpad yang berasal dari negeri Gajah Putih, Thailand sebagai penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Peminatan studi yang ia pilih adalah Ekonomi Syariah. Sejalan dengan peminatan studinya, ia menyusun Tesis yang berjudul “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembiayaan Mudharabah Pada Perbankan Syariah di Indonesia dan di Thailand”.

Setelah melengkapi semua persyaratan Ujian Tesis, pekan ini ia akan menempuh sidang Tesis yang akan digelar pada hari Jum’at, 13 September 2019.

jadwal-kegiatan-ujian-tesis-september-2019-1