Kuliah Tamu Internasional Bahas Outlook Ekonomi Syariah 2026 di FEB Unpad

Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu internasional bertajuk “Sharia Economic Outlook 2026: Comparative Study of Indonesia – Malaysia” pada 12 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung di Aula Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unpad dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta akademisi yang hadir secara langsung maupun daring.

Kuliah tamu tersebut menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi internasional, yaitu Noraziah Che Arshad, Ph.D dan Tubagus Thresna Irijanto, Ph.D. Acara dipandu oleh Runny Khairunisa dari ISEI Bandung (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) yang bertindak sebagai host. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Magister Ekonomi Terapan FEB Unpad, Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Center for Economics and Development Studies (CEDS) FEB Unpad, serta ISEI Bandung.

Dalam pemaparannya, Noraziah Che Arshad, Ph.D menjelaskan perkembangan ekonomi syariah di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Malaysia. Ia menyoroti berbagai kebijakan pemerintah Malaysia yang mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, termasuk penguatan regulasi, dukungan terhadap inovasi produk, serta pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.

Sementara itu, Tubagus Thresna Irijanto, Ph.D memaparkan kondisi dan prospek ekonomi syariah di Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi syariah global mengingat jumlah penduduk muslim yang besar dan dukungan berbagai kebijakan nasional. Dalam paparannya, ia juga mengulas perbandingan perkembangan ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia, baik dari sisi kelembagaan, regulasi, maupun perkembangan industri keuangan syariah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang hadir, baik secara langsung maupun melalui platform daring. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai tantangan, peluang, serta strategi pengembangan ekonomi syariah di kedua negara. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan global mengenai perkembangan ekonomi syariah, khususnya melalui perspektif perbandingan antara Indonesia dan Malaysia. Selain memperkaya pengetahuan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik internasional serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengkaji isu-isu ekonomi kontemporer.